#OWNERSPEAK : Fuanni Ananjati, Meraih Berkah dari Bisnis Fashion Syari

by HIJJA


Posted on Wednesday, November 15, 2017



Bagaimana sih awal mula berdirinya ESFA?

Awal mula saya memilih usaha sendiri karena menyalurkan hobi saya di dunia aksesoris. Dulu usaha pertama saya beri nama Djati Aksesoris, khusus aksesoris handmade. Saya memasarkan mulai dari ikut pameran, titip barang di butik-butik sampai toko-toko di area Malioboro. Padahal dulu orangtua tidak setuju dengan usaha saya ini, karena mereka lebih menginginkan saya bekerja kantoran, sedangkan suami memang lebih ingin saya berwirausaha dan bekerja dari rumah saja. Akhirnya orantuapun setuju dan support usaha saya. Setelah lama bermain di bidang aksesoris, saya mencoba membuat baju muslim syari karena saya pun sedang belajar berhijrah. Akhirnya nama DJATI Aksesoris berganti menjadi ESFA, diambil dari nama suami dan saya. Saat ini ESFA fokus di bidang aksesoris handmade dan busana muslimah syari.


Bisnis serupa sudah banyak banget diluar sana, apa yang beda dari ESFA?

Yup, betul banget! Perkembangan dunia fashion di Indonesia dan Jogja khususnya berkembang sangat cepat. Ibaratnya, kita noleh dikit bisa langsung ketinggalan. Kompetitor juga banyak. ESFA sendiri masih menggunakan bahan yang dijual di pasaran, namun kami memiliki ciri khas dan karakter sendiri yaitu selalu ada sentuhan aksesoris handmade yang saya jahit sendiri dari tangan saya dan diproduksi dalam jumlah yang terbatas. Saya selalu mengutamakan kualitas dan kerapihan produk saya, untuk aksesoris saya harus benar-benar memastikan bahwa bahan yang dipakai baik kualitasnya. Sedangkan untuk busana muslimahnya, saya masih membuat pola sendiri sampai saat ini. Selain karena cutting yang saya pilih tidak biasa, saya tetap ingin memastikan produk saya tetap sesuai kriteria yang saya inginkan.


Dalam 10 tahun kedepan kira-kira ESFA akan seperti apa?

Harapan saya ESFA bisa sukses di dunia fashion muslimah dan bisa merambah ke fashion for men, dan juga masuk ke pasar internasional. Menciptakan lapangan pekerjaan juga menjadi impian saya.


Apa pengalaman paling menarik dalam menghadapi customer?

Apa ya, karena semua menjadi pengalaman menarik untuk saya, hehe. Apalagi kalau ada customer yang melakukan repeat order, wah rasanya happy banget. Selain itu kalau ada customer online yang PHP juga kadang bisa bikin gemes sendiri, hehe. Tapi saya selalu berusaha untuk husnudzan, mungkin memang belum rejeki saya.


Saat ini distribusi ESFA sudah kemana aja?

Kebanyakan masih di wilayah Indonesia. Mayoritas Jabotabek dan beberapa wilayah di Kalimantan.


Terakhir tentang ESFA, apa yang ingin disampaikan mba?

Buat saya ESFA masih kecil banget, tapi yang selalu membuat saya semangat adalah pesan dari Bapak yang berkata, "Nduk, kelak usahamu yang bermodal dengkul bisa membuatmu jadi orang sukses". Semua itu pasti ada prosesnya, masak mie instan saja juga butuh dimasak dulu, hehe. Yang terpenting adalah mintalah apapun hanya kepada Allah, jauhkan diri dari hal-hal yang Allah ga suka.