Nanik Subekti, Pemantik Semangat Difabel

by HIJJA


Posted on Thursday, December 1, 2016




Sebagai orang yang kehilangan fungsi pendengaran sejak lahir, di usia yang masih belia Nanik tidak pernah merasa sedih ataupun malu dengan lingkungan sekitar. Doa dan dukungan penuh dari orangtua membuatnya merasa kuat dan semangat untuk bisa mengasah potensi yang dia miliki.

Setelah lulus sekolah dia merasa ingin mengembangkan bakat dan potensi dirinya. Karena senang membuat baju, dia mengikuti yayasan dengan konsentrasi pelatihan menjahit. Hanya dalam waktu satu bulan Nanik bisa langsung menguasai teknik menjahit. Dia tidak merasa dibatasi dengan kekurangannya, justru hal ini menjadi pemicu semangatnya.


Tidak perlu membutuhkan waktu lama, setelah selesai pelatihan Nanik langsung diterima bekerja sebagai tim inti produksi di salah satu perusahaan fashion batik ternama di Yogyakarta. Dia selalu mengajak teman-temannya untuk tetap semangat, hilangkan rasa malu dan pesimis, dan terus belajar mengembangkan diri. Tak heran jika dia menjadi teman dekat banyak orang di lingkungannya bekerja.



“Nanik selalu mengajarkan temannya jika ada yang belum menguasai teknik menjahit tanpa saya minta. Jadi sudah inisiatif dia sendiri.  Bahkan dulu ada satu karyawan yang juga difabel merasa kesulitan, tidak betah dan hampir keluar. Tapi Nanik berhasil mendekati temannya, membimbing dan mengajarkan dengan telaten sampai bisa. Saya lihat dia orangnya sangat tulus dan punya semangat tinggi”, ujar pimpinan perusahaan tempat Nanik bekerja.

Muslimah cantik ini masih ingin terus belajar banyak hal termasuk menggambar dan membuat desain baju. Dia bercita-cita ingin menjadi seorang desainer dan memiliki rumah produksi sendiri, dengan mengajak teman-teman difabel lainnya agar terus berkarya dan mengesampingkan rasa minder.


(text : Dian Septiani R)